Masih Didengar Di Golkar Dan Dekat Dengan Joe Biden, JK Berpeluang Melenggang Di 2024

Masih Didengar Di Golkar Dan Dekat Dengan Joe Biden, JK Berpeluang Melenggang Di 2024
Bekal pengalaman dan kiprah politik mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla cukup memenuhi kualifikasi untuk ikut bertanding pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Begitu hitungan pakar politik dan hukum dari Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (22/1).

"Peluang JK sangat terbuka, meskipun dalam beberapa kesempatan dia menyatakan ingin istirahat dan tidak berkeinginan untuk terjun di politik praktis," ujar Anam.

Melihat kiprah sosok yang kerap disapa JK itu, Anam melihat beberapa aspek politik yang mendorong JK untuk bisa melenggang nyapres di 2024.

Faktor pertama, kata Anam adalah posisi JK sebagai sesepuh di Partai Golkar. Mantan ketua umum Partai Golkar itu tentu masih memiliki pengikut yang setia di partai beringin. Setidaknya Pilpres 2014 membuktikan ketangguhan pengaruh JK.

Kala itu, Golkar secara resmi mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Sementara JK yang menjadi pasangan Jokowi tidak mendapat dukungan secara organisasi.

Namun demikian, sejumlah loyalis terus bergerak dan hasilnya Jokowi-JK berhasil jadi kampiun.

“Jadi JK menurut saya masih cukup didengar di Partai Golkar, sehingga bukan tidak mungkin ia akan diajukan oleh Golkar sebagai calon presiden," ungkap Anam melanjutkan.

Di samping itu, kiprah JK di ranah internasional juga tidak bisa dibilang ecek-ecek. Sebab menurut Anam, JK memiliki kedekatan yang cukup baik dengan Presiden Amerika Serikat terpilih, Joe Biden.

Kedekatan JK, disampaikan Anam, bisa dilihat dari momen pertemuannya dengan Joe Biden pada 2009 lalu yang baru saja terpilih sebagai wakil presiden yang mendampingi Presiden Barack Obama.

JK saat itu masih menjadi wakil presiden era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan akan menjadi pesaing SBY di pilpres.

JK juga menjadi wapres pertama yang diterima Joe Biden. Pertemuannya bisa dibilang berlangsung hangat. Pasalnya, pertemuan yang dijadwalkan hanya berlangsung 30 menit itu berakhir lebih lama seperempat jam.

Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair yang akan menemui Joe Biden bahkan terpaksa harus menunggu lebih lama.

“Jadi dari segi pengalaman, JK tidak diragukan. Dari segi jaringan dia dikenal dekat dengan Joe Biden yang saat ini menjabat sebagai Presiden AS," ungkap Anam.

"Menurut saya, JK tinggal mau atau tidak untuk maju, tinggal mencari kendaraan dan pasangan yang pas untuk ia dapat memenangkan pilpres 2024 mendatang," tandasnya. [rml]

Tim Redaksi
Dukung WEB ini agar terus berkembang dalam memberikan berita terbaru dengan cara donasi melalui GoPay ke No: 085158352332

Related Posts