Paksa Serahkan Data ke Facebook, Ini yang Harus Dilakukan Pengguna WhatsApp

Paksa Serahkan Data ke Facebook, Ini yang Harus Dilakukan Pengguna WhatsApp
Baru-baru ini jagat internet dihebohkan dengan munculnya kebijakan baru, dimana harus memberikan informasi pribadi pengguna WhatsApp ke Facebook. Pihak WhatsApp sudah mengirim notifikasi ke seluruh penggunanya untuk menyetujui aturan yang mereka buat.

Kebijakan baru tersebut mulai berlaku untuk pengguna WhatsApp Androdi dan juga iOS. Isi notifikasi nya menyebutkan apa saja yang harus dilakukan WhatsApp terhadap data privacy pengguna jika menyetujuinya.

Dalam pembaruan aplikasi WhatsApp akan melakukan sosialisasi sebagai berikut:

  • Bagaimana WhatsApp akan memproses data pengguna.
  • Bagaimana layanan akun bisnis, dan integrasinya bisa memanfaatkan hosting Facebook untuk menyimpan dan mengelola percakapan, serta akses pesan kedua media sosial ini. 
  • Bagaimana WhatsApp bermitra dengan Facebook untuk menawarkan integrasi lintas platform Facebook.

Terus, apa saja yang harus dilakukan pengguna WhatsApp?

Ada dua pilihan yang bisa dilakukan pengguna: Menyetujui atau Menunda.

Jika kamu setuju dengan kebijakan baru itu, berarti kamu sebagai pengguna bisa kembali menggunakan WhatsApp seperti biasanya. Tapi, konsekuensi nya adalah data yang sudah dikumpulkan di WhatsApp bisa saja dimanfaatkan oleh Facebook untuk kebutuhan iklan di masa depan.

Apabila kamu mengabaikan notifikasi tersebut dengan mengklik bacaan menunda, kamu masih bisa mengirim pesan di WhatsApp. Tapi kamu akan menerima notifikasi lagi berulang-ulang sampai kamu menyetujui kebijakan tersebut.

Jika sampai tanggal 8 Februari 2021 kamu tidak menyetujui kebijakan tersebut, akun kamu terpaksa dihapus yang mengakibatkan kamu tidak bisa menggunakan aplikasi WhatsApp lagi.

Direktur Kebijakan WhatsApp Eropa, Timur Tengah dan Afrika, Niamh Sweeney menjelaskan, bahwa kebijakan privasi terbaru dibuat untuk menyediakan detail informasi yang lebih jelas kepada para pengguna. Lewat kebijakan baru tersebut, WhatsApp juga secara terang-terangan menjelaskan bagaimana data tersebut digunakan perusahaan.

"Ini juga tentang meningkatkan cara bisnis menggunakan WhatsApp untuk terhubung dengan pelanggan. Kebijakan yang diperbarui memberikan info tentang bagaimana bisnis yang menggunakan WhatsApp API (Application Programming Interface) untuk berbicara dengan pelanggan sekarang dapat dilakukan dengan menggunakan layanan yang disediakan Facebook untuk membantu mereka mengelola obrolan dengan pelanggan," ujar Sweeney.

Heboh aturan baru WhatsApp ini membuat banyak pengguna mempertimbangkan untuk pindah haluan ke platform chatting lainnya yang masih mempertahankan privasi penggunanya. Ada dua kandidat kuat pengganti WhatsApp yang ramai diperbincangkan, yaitu Telegram dan Signal. Mungkin kedua aplikasi itu bisa menjadi opsi bagi kamu yang keberatan menyetujui aturan baru WhatsApp.

Kebijakan baru tidak berlaku di Eropa dan Inggris

Menariknya, peraturan bagi data ke Facebook tidak berlaku untuk pengguna WhatsApp di Eropa dan Inggris. Berdasarkan laporan The Irish Times, pengguna di Eropa memang juga diminta menyetujui kebijakan baru WhatsApp, namun aturan itu sedikit direvisi dengan menghapus poin penyerahan data.

"Tidak ada perubahan pada praktik berbagi data WhatsApp di wilayah Eropa yang timbul dari persyaratan layanan dan kebijakan privasi yang diperbarui. Untuk menghindari keraguan, WhatsApp tidak membagikan data pengguna WhatsApp wilayah Eropa dengan Facebook untuk tujuan Facebook menggunakan data ini untuk meningkatkan produk atau iklannya," kata juru bicara perusahaan.

Kebijakan privasi versi terbaru untuk pengguna Eropa memang menyebutkan data dapat dibagikan dengan perusahaan Facebook lain, seperti menampilkan iklan yang dipersonalisasi. Namun, Facebook mengeklaim tidak akan menggunakan informasi WhatsApp untuk tujuan semacam itu di Eropa, karena sedang proses negosiasi dengan lembaga perlindungan data Eropa.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel