Contoh Banner

Menteri Tjahjo Sebar Link Film Ilegal, Begini Aturan soal Hak Cipta Film

Menteri Tjahjo Sebar Link Film Ilegal, Begini Aturan soal Hak Cipta Film
Menteri Tjahjo Sebar Link Film Ilegal, Begini Aturan soal Hak Cipta Film
Menteri Tjahjo Sebar Link Film Ilegal, Begini Aturan soal Hak Cipta Film
JanganBaper.com - MenPAN-RB Tjahjo Kumolo sempat menyebarkan sejumlah link film ilegal dari Youtube. Namun, Tjahjo kemudian meminta maaf setelah diprotes sutradara Joko Anwar.

Seperti diketahui, hak cipta film diatur dalam Undang-undang Hak Cipta. Berdasarkan pasal 40 UU No 28 Tahun 2014 tentang hak Hak Cipta, film atau karya sinematografi merupakan ciptaan yang dilindungi oleh undang-undang.

Ciptaan tersebut dilindungi dan dilarang untuk disebarkan tanpa izin dengan tujuan komersial. Hal ini dijelaskan dalam pasal 25 ayat 3. Begini bunyi pasalnya:

Pasal 25
(3) Setiap Orang dilarang melakukan penyebaran tanpa izin dengan tujuan komersial atas konten karya siaran Lembaga Penyiaran.

Dalam pasal selanjutnya disebutkan mereka yang menyebarkan konten tanpa izin dengan tujuan komersial bisa dikenai sanksi pidana penjara hingga 4 tahun.

Pasal 118
(1) Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat
(2) huruf a, huruf b, huruf c, dan/atau huruf d untuk Penggunaan Secara Komersial, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Sebelumnya, sejumlah link film tersebut dibagikan akun Twitter @tjahjo_kumolo seperti dilihat detikcom, Senin (17/8/2020). Ada sejumlah link video yang dibagikan akun tersebut, yaitu Pejoeang, Enam Jam di Jogja, Janur Kuning, dan Serangan Fajar.

"Dalam rangka menyambut Kemerdekaan RI tercinta," tulis Tjahjo dalam cuitannya tersebut.

Cuitan Tjahjo ini ramai disorot, termasuk oleh sutradara Joko Anwar. Dia mempertanyakan langkah Tjahjo menyebar link film yang diunggah ke YouTube tanpa izin pembuat filmnya.

Akhirnya, Tjahjo pun menyampaikan klarifikasi atas posting-an tersebut. Dia mengaku mendapat kiriman dari teman lewat aplikasi percakapan.

"Saya dapat kiriman dari teman via WhatsApp tentang film perjuangan tersebut karena ini suasana hari kemerdekaan RI saya spontan saja bagi film perjuangan tersebut di grup Twitter. Ternyata saya salah tidak hati-hati, tanpa izin sutradara menyangkut hak cipta," ujar Tjahjo saat dimintai konfirmasi detikcom.

"Saya mohon maaf terbuka," sambung Tjahjo. [dtk]