Contoh Banner

Elektabilitas AHY Naik Drastis, Demokrat: Pemimpin Itu Harus Disiapkan, Bukan Dipaksakan

Elektabilitas AHY Naik Drastis, Demokrat: Pemimpin Itu Harus Disiapkan, Bukan Dipaksakan
Elektabilitas AHY Naik Drastis, Demokrat: Pemimpin Itu Harus Disiapkan, Bukan Dipaksakan
Elektabilitas AHY Naik Drastis, Demokrat: Pemimpin Itu Harus Disiapkan, Bukan Dipaksakan
JanganBaper.com - Peningkatan drastis elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan partai bintang mercy pada survei nasional yang dirilis Indikator baru-baru ini, menunjukkan kian dinamisnya arah politik negara ke depan.

Sosok AHY dan Partai Demokrat menjadi gambaran bahwa masyarakat saat ini sedang mengidolakan tokoh yang tidak saja populer, tapi siap bekerja untuk rakyat dalam situasi sulit.

"Masyarakat sudah bosan dengan kepemimpinan dramatis dan pencitraan. Aksi marah-marah, nangis-nangis, dan lempar tanggung jawab," kata Kepala Balitbang DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra di Jakarta, Sabtu (25/7).

Fokus kerja AHY dan Partai Demokrat yang cekatan membantu masyarakat terdampak Covid-19 di seluruh pelosok tanah air, merindukan kepemimpinan yang siap. Bukan pemimpin hasil dramatisasi atau yang dipaksakan. Melainkan lebih kepada kualitas, kapasitas dan integritas.

Peningkatan elektabilitas AHY dalam dua bulan terakhir naik menjadi 6,8 persen dari sebelumnya 4,8 persen. Ada peningkatan hampir 50 persen. Sedangkan elektabilitas Partai Demokrat meningkat menjadi 5,7 persen dari sebelumnya 3,6 persen. Meningkat hampir 60 persen.

Sejak Partai Demokrat dipimpin AHY pertengahan Maret 2020 lalu, partai yang didirikan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini memang langsung tancap gas.

"Slogan harapan rakyat, perjuangan Demokrat, benar-benar diwujudkan. Dan jadi panduan partai," tegas Herzaky.

Menurutnya, ada dua instruksi yang dikeluarkan AHY sejak dua bulan awal kepemimpinan. Dari Gerakan Nasional Lawan Corona, hingga Gerakan Nasional Peduli dan Berbagi.

Seluruh elemen Partai Demokrat bergerak membantu rakyat di segala lapisan, terutama yang paling terdampak pandemik Covid-19 dan belum terjangkau bantuan pemerintah maupun bantuan swadaya masyarakat lainnya.

"Saat survei di bulan Mei, memang belum terlihat hasil gerakannya. Karena mungkin masyarakat masih belum banyak yakin dan terasa dengan gerakan masif dan sistematis dari Partai Demokrat. Begitu dua program yang dilakukan AHY dan Demokrat menunjukkan konsistensinya selama tiga bulan berturut-turut, barulah masyarakat merasakan dan percaya dengan ketulusan gerakan AHY dan Partai Demokrat," papar Herzaky.

Aksi AHY dan Partai Demokrat ini berbanding terbalik dengan menurunnya kepuasan publik kepada pemerintah pusat terkait penanganan Covid-19. Sebelumnya, 8,8 persen masyarakat menilai sangat puas. Sekarang, tinggal 4,9 persen.

Jadi, adanya peningkatan publik yang cukup puas mencapai 7,7 persen di sisi lain, kemungkinan sebagian besar karena yang sangat puas turun kepuasannya ke cukup puas.

"Sedangkan untuk kurang puas dan tidak puas, menunjukkan peningkatan relatif sama, sekitar 17 persen. Ini perlu menjadi atensi serius pemerintah," masih menurut Herzaky.

Karenanya, kepemimpinan yang penuh pencitraan dan drama sudah ditinggalkan oleh masyarakat. [rml]